Cerpen Teen “I Hope, Never Stop Loving You”

Tittle                    : I Hope, Never Stop Loving YouGambar

Author                  : Maria L

Genre                   : historical romance

warning: typo(s) bersebaran. mian ne 😀

HAPPY READ

Kita akan bahagia, selama kita mensyukuri semua yang terjadi. Seburuk apapun, separah apapun, bahkan sesakit apapun itu. Pahitnya kehidupan bukan sebuah hukuman, tapi cobaan untuk menguji seberapa besar perjuangan kita untuk tetap bertahan dan sabar.

***

Ting tong! Ting tong!

Seketika kerumunan manusia berseliweran dan berlari kesana kemari. Mulai dari yang pendek, tinggi, berambut panjang, ikal bahkan kribo. Manusia itu banyak jenisnya dan mereka semua berbeda, baik dari rupa hingga hati. Berbagai ekspresi tercermin di parasnya masing-masing. Aku masih sibuk berkelut denagn pikiranku yang mengagumi ciptaan Tuhan ini.

“Reta! Lagi ngapain?” Teriak lelaki bermata coklat di sampingku. Dia, Yudo teman seangkatanku saat SMP. Dan kebetulan dia juga teman seperjuanganku di kelas XI IPS II ini.

“RETA!”

“oh.. eh.. hehe.. Sorry sorry. Kamu tadi nanya apa, Do?” Kataku semanis mungkin. Yudo memang paling heboh kalau nggak di respon. Apalagi kalau di diemin sendirian, memang makhluk sosial selalu memerlukan orang lain untuk hidupnya.

“Kamu lagi ngapain, Margaretha?”

“idih, lengkap banget. Sebenernya aku mau ke makam sih, Do. Kenapa?” Steven Yudo, cowok berbadan tegap itu masih menatapku. Apa ada yang salah dari ucapanku? Kurasa aku sudah jujur.

“Ilham lagi?” suaranya memberat. Kutarik nafas panjang. Aku menarik sudut-sudut bibirku, membuat senyum tulus, tanda aku tegar untuk mengadapi kenyataan yang menyakitkan.

“Iyalah. Aku kangen sama dia, udah seminggu nggak ketemu dan rasanya… aku butuh dia lagi untuk beberapa saat.”

“kamu tahu, Ta? kamu cewek paling tegar yang pernah aku kenal. Aku yakin suatu saat nanti, sebuah cinta akan datang dan menggantikannya.”

Begitukah? Kurasa kamu salah, Do. Siapapun orangnya gak akan ada satupun yang bisa gantiin Ilham di hati aku. Cuma dia satu-satunya. Only him. Dan andai ada cinta yang akan datang padaku, kuharap dia adalah Ilham. Ilhamku yang ternyata tidak pergi dan masih disini.

***

Keheninga di sore hari yang kelabu akhirnya di mulai. Kuletakkan seikat lily putih di batu nisannya yang masih baru. Satu minggu yang lalu, Ham. Satu minggu yang lalu aku menangis disini tanpa henti. Karena apa? Karena aku sadar kamu gak akan kembali padaku, selamanya.

“I love you, Ilham. I hope, I can always love you, never stop forever”

“Are you sure, you need it?”

“I’am sure, Yudo. And please don’t disturb me.” Aku sedikit terganggu dengan ocehannya. Tidak bisakah satu menit saja dia diam? Aku hanya ingin mencurahkan isi hatiku sekarang. Saat ini saja, sendirian!

“Boleh aku tanya satu hal?” aku jengkel, Yudo! Kamu mengganggu dan menghancurkan semuanya. I want to remember him, now.

“Okey Yudo. One ask.”

“Reta. Aku… aku cinta sama kamu. Tapi sampai kapan kamu mau menomor satukan dia? Ilham udah gak ada, Ta. kamu harus sadar” lelucon apa lagi sekarang? Ini benar-benar lucu, sungguh menggelikan.

“Ilham memang udah pergi, aku sadar itu semua. Tapi cinta gak akan semudah itu pergi dan mati, Do. Mereka masih hidup, hidup di hati orang-orang yang mereka cintai. Dan Ilham hidup disini, never die” aku menelungkupkan tangan kiriku di dada. Aku bisa merasakannya, dia hidup di seluruh organ tubuhku, jantung, hati bahkan paru-paru. Aku tahu dia ada, masih bersamaku.

“Kamu mencintai orang yang sudah mati, Ta!”

“Aku memang mencintai orang yang sudah mati dan aku tahu sebenarnya itu salah. Tapi kamu lebih parah, Do. Kamu mencintai orang yang salah, sampai kapanpun dia akan tetap salah. Aku mencintai Ilham karena sudah takdirku begini. Tapi kamu memperburuk takdirmu dengan mencintaiku. Kamu ngerti kan?” sedikit senyum terpampang di wajahnya. Kurasa dia mengerti maksudku. Hargai hidup kamu, Do. Jangan menyia-nyiakannya untuk aku yang rapuh ini.

Kegagalan dalam cinta akan terasa sakit. Tapi akan terasa lebih indah, jika kau meletakkannya di tempat yang terindah. Di barisan kenangan, bukan di tempat yang penuh rasa sakit. Sakit karena patah hati, akan bertahan selama kau menginginkannya dan akan mengiris luka sedalam kau membiarkannya. (Novel Soulmate)

-END-

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s